TIPS MEMILIH CALON PEMIMPIN

Diposting oleh Srie Devie pada 15:41, 01-Jul-14

Assalamu alaikum

Alhamdulillah saat ini tepat dihari ke2 Romadlan ini saya bisa kembali bisa posting and sharing disini,dengan harapan teman2 sekalian selalu dalam kondisi prima dan tetap selalu kompak di MWB.


Baiklah,sesuai judul diatas dan kebetulan beberapa hari lagi kita akan memilih pimpinan bagi negara kita tercinta INDONESIA.

Bagaimana memilih seorang pemimpin secara benar?

Pertanyaan itu harus dijawab oleh kita dengan terlebih dahulu menentukan kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan sesuai petunjuk agama dan keyakinan kita.

Kemudian melalui mekanisme yang benar melakukan seleksi berdasarkan kriteria kepemimpinan itu (uji kepantasan dan kelayakan) terhadap calon untuk ditampilkan kepada masyarakat pemilih.

Dalam kaitannya dengan PilPres 2014,Maka,dalam menggunakan hak pilih nanti hendaknya kita pemilih mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut :

  • 1. Apakah calon pemimpin mempunyai sifat-sifat sebagaimana tersirat dalam pidato pelantikan Abu Bakar Ash Shiddiq yang meliputi:
    rendah hati (santun dan merakyat)
    terbuka (transparan/siap diluruskan apabila melakukan kesalahan)
    amanah (jujur dan mampu melaksanakan tugas)
    adil (memperlakukan sama untuk semua golongan dan tingkatan dalam masyarakat)
    teguh dalam perjuangan (konsisten dan tidak mudah terpengaruh dengan situasi dan kondisi yang akan mengacaukan tujuan)
    demokratis (mau menghargai pendapat dan menyalurkan aspirasi yang benar) dan taqwa kepada Allah.


    • 2. Apakah jalan yang ditempuh hingga menjadi seorang calon pemimpin telah melalui proses pencalonan oleh parpol karena ia dipandang layak oleh parpol itu (melalui fit and proper test dengan benar) atau melalui proses politik transaksional (dikenal dengan money politic atau membeli kursi parpol).
      Jika jalan yang ditempuh melalui politik transaksional,maka meski ia didukung oleh banyak parpol dengan banyak kursi,lebih besar kemungkinannya ia akan tidak bisa berlaku amanah dalam menjalankan kepemimpinannya nanti.


      • 3. Perhatikan tingkah laku dan perbuatan (rekam jejak) calon pemimpin itu sebelumnya.
        Apakah betul ia telah berbuat banyak untuk masyarakat secara adil dan merata?
        Jika ia berbuat banyak,apakah ia benar-benar telah berbuat didorong oleh kepeduliannya ataukah karena ia punya maksud untuk pencitraan diri agar ia bisa terpilih pada kompetisi pemilihan berikutnya?

        Menjadi masyarakat pemilih kita hendaknya jangan mudah terlupakan dan terbuai atas keburukan calon pemimpin di masa lalu,hanya gara-gara diberi suatu pemberian atau dijanjikan sesuatu.


        • 4. Apakah calon pemimpin itu menggunakan kekuasaannya untuk memilih dirinya dengan janji jabatan atau menakut-nakuti bawahannya dengan ancaman?


          • 5. Apakah ia membagi-bagikan uang atau sesuatu kepada pemilih dengan janji akan memilihnya?
            Jika itu dilakukan,hendaknya uang atau sesuatu itu dengan tegas ditolak,karena hal itu terlarang menurut pandangan agama dan negara.
            Namun jika tidak kuasa menolak (karena perasaan dirinya miskin),ikuti apa kata sang motivator Mario Teguh “Ambil uangnya dan jangan pilih orangnya”.

            Mengingkari janji itu dosa,namun mengingkari janji itu lebih kecil dosanya dibanding mengingkari anjuran agama untuk memilih pemimpin yang amanah.
            Toh calon pemimpin yang melakukan tindakan menipu orang lain (masyarakat) dengan modus (cara) melakukan money politic itu pada hakekatnya adalah tindakan menipu diri mereka sendiri,bukan masyarakat yang menipu calon pemimpin.

            Mereka juga yang nanti akan menanggung akibat dari perbuatan mereka sendiri.


          Demikian dulu postinganku kali ini,semoga berguna bagi kita bersama.
          Akhirnya,SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA DAN SELAMAT MEMILIH.


JAYA INDONESIA

Wassalamu alaikum

LUAR BIASA KARENA PERBEDAAN

Diposting oleh Srie Devie pada 20:01, 30-Apr-14

Assalamu alaikum Salam Kompak buat Sahabat MWB sekalian Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya meskipun saya yakin sahabat2 sudah lebh berpengalaman dari saya,namun setidaknya mumkin ada perbedaan kondisi dan situasinya Baiklah,seperti judul diatas mengapa dari PERBEDAAN bisa menjadikan sesuatu yang luar biasa. Ayoo menurut kalian apa sebabnya ? Yaa mungkin yang ada di pikiran kita sama.Tapi mungkin ada beberapa pendapat saya sebagai kaum minoritas... [Baca selengkapnya]

BISA KARENA BIASA

Diposting oleh Srie Devie pada 12:55, 03-Peb-14

Assalamu alaikum Bismillahirrohmanirrohim Kata orang bijak,tak ada yang tak mungkin di dunia ini kalau kita memiliki kemauan dan bisa melakukan yang terbaik Kata bisa seakan bisa yang membuat manusia menjadi bisa dan terbiasa. Bisa dapat diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki seseorang.untuk melakukan sesuatu atau banyak hal. Bisa sebagai kemampuan,umumnya lahir karena adanya proses latihan berulang,sehingga menjadi sebuah keterbiasaan dan pembiasaan. Apa pentingnya keterkaitan semua itu? Jawabnya simple... [Baca selengkapnya]

TIPS MEMBANGUN SIKAP "PANTANG MENYERAH"

Diposting oleh Srie Devie pada 11:55, 27-Nov-13

Assalamu alaikum Sore ini,saat lelah seharian pulang dari tempat kerja,aku teringat cerita Bosku bahwa Dia bisa seperti itu,bisa menjadi BOS disebuah minimarket lantaran sebuah sikap yang dia punya yaitu,Pantang Menyerah. Karena itulah akupun suka sikapnya dan tentu pula dengan mengikuti jejaknya,oleh karena itu pula aku coba menyimpulkan sebagai berikut: 1. Kalau kita mempunyai kecendrungan mudah menyerah,maka langkah pertama pertama yg paling penting adalah... [Baca selengkapnya]

JANGAN REMEHKAN HAL SEKECIL APAPUN

Diposting oleh Srie Devie pada 13:19, 02-Nov-13

Assalamu alaikum Semoga kita selalu dalam kondisi prima,lahir and bathin. Amin Kadang kita lupa,kita hanya mengurusi hal-hal yang besar-besar,tetapi sering meremehkan hal yang kecil.iya gak...? Kalau kita,mau jujur,banyak peristiwa-peristiwa besar di dunia ini yang bisa kita ambil hikmahnya. Hal itu ada karena dari hal-hal yang kecil. konon di zaman sebelum Fir’aun ada raja yang begitu kuatnya sehingga tidak bisa dirobohkan,tidak bisa dikalahkan oleh siapa pun dengan... [Baca selengkapnya]